Wednesday, November 5, 2014

[Review Manga] STROBE EGDE - spoiler alert

Halohaaaa....

Kali ini saya mau nge-review shoujo manga yang menurut saya the best, manga yang sangat berkesan dan sangat wow, luar biasa banget bagusnya, seribu bahkan jutaan pujian buat manga ini *alay?!?!? biarin... wkwkwkwk*. Pokoknya I LOVE IT so bad damn deh.. hohoh...

Strobe Edge - Ninako

Sebenernya sih, awalnya gak sengaja download manga ini soalnya lagi cari manga romance yang ajib dan bisa mengisi waktu super luang yang gak berguna.. haha. Dan awalnya juga pesimis sama manga ini. Kenapa? karena dilihat dari judulnya aja udah agak aneh dan aku gak bisa nebak ceritanya bakal bagus apa enggak, soalnya kan kadang dengan liat judul aja udah bisa tahu kualitasnya kan. Lalu karena gak ada referensi dan dengan berbekal tebak-tebak buah manggis-lah yang akhirnya membesarkan niatku untuk terus download. Aku download pakai software dom-dom loh.. Itu semacam software yang bisa download manga yang udah ada di situs manga-reader online kayak mangafox, mangareader, mangahere, good manga, dll, syuper banget deh software ini, cocok banget bagi penikmat manga gratisan seperti eykee, haha. Kapan-kapan aja aku review kecanggihan software ini *kalo gak lupa bin males.. wkwkwkwkw*

Oke, balik lagi ke cerita Strobe Edge. Kesan setelah baca manga ini adalah, Wow, I love it, kenapa? Karena ceritanya menurutku bagus dan mengena banget, karakternya dapet banget, Ren yang cool danNinako yang polos, baik hati dan pejuang sejati. Kemudian akhirnya pas mereka jadian itu rasanya legaaa banget, finally, pasangan ajaib ini bisa bersatu juga...

Strobe Edge ini kalo boleh dikasih skor yah 10/10 lah. Cerita yang simple, anak sekolahan banget dan nyenengin lah pokoknya, sama kayak Kimi No Todoke sih tapi kan kalo kimi no todoke belum tamat jadi masih belum bisa nilai secara keseluruhan. Strobe Edge ini semacam kuda hitam yang ngebuat aku sadar kalo jangan menilai komik dari judul atau covernya aja dan yap it's true. Kalo dari awal aku nyerah buat download ini komik, mungkin sampai sekarang aku gak bakal bisa nemu cerita yang bagus kayak gini, gak bisa jatuh cinta ama tokoh cool semacam Ren-kun dan pastinya aku bakalan nyesel tanpa sadar.. haha

Cover Strobe Edge Volume 1

Oke doke deh, Langsung aja yah ke inti cerita. Strobe Edge ini menceritakan percintaan masa sekolah lebih tepatnya masa SMA yang emang indah katanya, hohoho. Di sini, tokoh utama wanita adalah Kinoshita Ninako. Ninako adalah cewek polos *kayaknya* yang belum pernah merasakan falling in love dan akhirnya jatuh cinta ama Ren Ichinose yang cool. Ninako ini punya sahabat cowok, namanya Daiki yang sebenernya suka ama Ninako tapi gebleknya, Ninako gak sadar akan perasaan Daiki yang akhirnya mengakibatkan Daiki patah hati. Untungnya Daiki gak patah hati kelamaan soalnya ada Sayuri yang juga teman Ninako, yang suka sama Daiki and finally, Daiki bisa move on ke Sayuri. Case closed untuk Ninako-Daiki.

Dan kembali ke Ninako-Ren. Suatu ketika, Ninako nembak Ren dan ditolak-lah ama Ren, karena ternyata Ren udah punya pacar dan pacar Ren itu adalah Mayuka, kakaknya Daiki, Poor Ninako...

Ketika Ninako nembak Ren
Tapi perjuangan Ninako gak berhenti sampai disitu, mungkin emang Ninako ditolak tapi Ninako memegang prinsip lebih baik berteman. Jadi Ninako dan Ren akhirnya berteman dan banyak kejadian yang membuat mereka akhirnya dekat. Dari sini Ninako berusaha menghilangkan cintanya sama Ren dan menganggap Ren teman tapi yah yang namanya cinta itu sulit hilangnya kan. Di saat hubungan Ninako dan Ren cuma sebatas teman, muncul-lah Andou. Andou ini teman SMP nya Ren yang saat ini sedang berkomflik sama Ren dan kebetulan Andou ini suka sama Ninako, tapi Ninako nolak Andou karena Ninako gak pengen menjadikan Andou pelarian. Baiknya kan Ninako ini..


Di lain pihak, hubungan Ren dan Mayuka juga dalam tahap beku, ini karena mungkin Mayuka yang semakin eksis jadi model, alasannya biar Ren bangga punya pacar kayak Mayuka dan gak bakal pindah ke lain hati. Tapi kondisi ini malah bikin hubungan mereka gak enak lagi. Dan mungkin juga karena waktu kali yah, perasaan yang berubah seiring waktu dan kondisi. Sampai pada suatu tahap, Ren sadar, perasaannya untuk Mayuka mulai pudar dan Ren mulai ada rasa sama Ninako. Dan sebenernya Ren punya niat untuk mengakhiri hubungan ama Mayuka tapi pada saat itu Mayuka dalam masalah keluarga yang akhirnya membuat Ren galau dan memilih terus pacaran sama Mayuka karena janji pas jadian yang akan selalu ada untuk Mayuka. Baik kan bang Ren, cocok sebenernya ama Ninako.. hiks hiks hiks..

Akhirnya Ren dan Mayuka putus.. Saatnya Move On :D
Dan akhirnya setelah masalah keluarga Mayuka beres, Mayuka memutuskan untuk mengakhiri hubungan sama Ren. Hal ini karena Mayuka sadar dan merasa bahwa hubungan ini sudah tidak mungkin diteruskan karena perasaan mereka sudah berubah haluan. Mayuka sadar kini hatinya dan hati Ren sudah tidak terikat lagi dan finally mereka putus. Tapi meski sudah putus, awalnya Ren masih belum bisa move on dikarenakan masih ada yang mengganjal di hati dan pikirannya. Dan setelah pertemuan Ren dan Mayuka di taman dan membahas masalah perasaan bla-bla-bla, akhirnya mereka sudah sama-sama ikhlas untuk putus. Dan yaaah, mereka akhirnya bener-bener putus dan siap untuk hati yang baru. Case Closed untuk kisah Ren-Mayuka.

Sekarang balik lagi ke kisah Ren-Ninako. Ninako yang tahu Ren putus, awalnya penasaran, ada apa dengan Ren dan Mayuka. Tapi yah Ninako hanya mendukung dan menyemangati sebagai teman. Kemudian Ninako dan Ren semakin-semakin dekat dan mulai sadar akan perasaan masing-masing. Lalu pas darmawisata, pas Ninako duduk istirahat dengan Ren, dia melihat seorang cewek yang pernah nembak Ren juga *Ren ini semacam cowok populer loo*. Ninako jadi sadar kalau ia terus memaksakan dan mempertahankan perasaannya maka dia tidak akan bisa duduk akrab disebelah Ren, untuk itu ia ikhlas kalo hanya jadi teman karena menurutnya, berdekatan dengan Ren aja sudah lebih dari cukup dan itu juga yang ia bilang ke Andou saat andou mulai meragukan konsep cinta yang dimiliki oleh Ninako. Karena menurut Andou, kalo suka pasti ingin lebih dari hanya sekerdar melihat dan berteman.

Ketika babang Ren mau nembak Ninako

Dan kemudian, Ninako sadar kalo Andou benar, ia ingin lebih dengan Ren. Pas dia semangat untuk memperjuangkan cintanya, muncul lagi cewek mantannya Andou pas SMP,  Mao namanya. Mao bilang ke Ninako kalo Andou dan Ren itu adalah sahabat pas SMP tapi karena cewek yaitu dirinya sendiri, persahabatan mereka rusak. Dari sini Ninako kembali mikir tentang cintanya. Dia gak mau karena dirinya, Andou dan Ren yang kembali berteman jadi berjauhan lagi. Hingga, suatu saat pas Ren nembak Ninako, Ninako nolak Ren karena ia ingat Andou dan kasihan dengan Andou dan juga ia berpikir persahabatan Andou dan Ren gak boleh rusak lagi.

Setelah aksi penolakan Ninako itu, Ninako masih galau banget akan perasaannya dan berkat nasihat Andou akhirnya Ninako sadar lagi akan perasaannya yang pengen jadi pacar Ren. Akhirnya Ninako mengejar Ren ke stasiun dan pas ketemu Ren, dia ngungkapin perasaannya sama Ren sambil nangis. Dan akhirnya mereka saling ngungkapin perasaan dan jadian deh. So, Ren-Ninako case closed dengan ending pacaran.. hohohoh... Alhamdulilah banget...

New Couple--- Ren and Ninako

Lalu hari berikutnya mereka disidang teman-teman yang penasaran dengan pasangan baru ini. Ada pula teman yang nyeletuk kalo ia bakal kayak Ninako yang akan gigih sama perasaannya dan mungkin saja bakal bahagia sama kayak Ninako yang berhasil mendapatkan hati mister Cool. Dan juga Ren ketemu Andou di koridor sekolah dan menyelesaikan kesalahpaham meski kayaknya masih ada benih-benih kesalahapahaman dikit. Yah, kayaknya mereka gak bisa seakrab dulu lagi deh. sayang sekali...

Lalu ada ekstra part yang menceritakan tentang Ninako dan Ren saat melakukan kencan pertama. Aaaaah, pokoknya seru deh pasangan baru yang masih malu-malu kucing ini. Gak rugi udah pernah baca. dan rating manga ini tinggi juga loo..

The first dating

Yaaps, inilah sedikit review tentang best shoujo manga yang pernah aku baca dan menurutku ini yang the best pake telor alias spesial banget deh. I love it, how about you.. semoga suka juga :D


-review manga-
5.11.2014
Continue reading [Review Manga] STROBE EGDE - spoiler alert

Monday, October 13, 2014

Fungsi-fungsi Komponen pada Arsitektur DBMS Terdistribusi

1. Sistem Client/Server 

a. Communication Software
Communication Software Digunakan untuk pertukaran informasi.

b. Semantic Data Controller
Semantic data controller bertugas dalam memastikan user yang berhak melakukan operasi yang benar dalam basis data dan juga kontribusi kepada pemeliharaan integrasi basis data.

c. Query Optimizer
Query optimizer merupakan suatu proses transformasi query yang dibuat mengoptimalisasi query yang diakses sehingga menjadi lebih efisien

d. Transaction Manager
Berfungsi sebagai penjamin bahwa basis data berada dalam keadaan konsisten (correct), memberitahukan kegagalan sistem dan kesalahan transaksi.

e. Recovery Manager
Recovery manager bertanggungjawab atas atomicity dan durability. Jika kesalahan terjadi antara penulisan ke buffer dan mengirimkan buffer database ke penyimpanan sekunder maka recovery manager harus menetapkan status dari transaksi yang melakukan penulisan pada saat terjadi kerusakan.
Jika transaksi dinyatakan commit, maka untuk memastikan durability, recovery manager harus melakukan redo (roll forward) terhadap perubahan transaksi. Jika transaksi belum committed pada saat terjadi kerusakan, recovery manager harus melakukan undo (rollback) segala akibat dari transaksi tersebut untuk menjamin atomicity transaksi.
Jika hanya terdapat satu transaksi yang tidak diselesaikan, maka mengacu ke partial undo. Sedangkan jika seluruh transaksi tidak terselesaikan maka mengacu ke- global undo.

f. Runtime Support Processor
Melakukan maintenance main memory buffer dana kses data.


2. Sistem Terdistribusi Peer-to-Peer

a. User Interface Handler
Menerjemahkan perintah user dan menampilkan data ke user.

b. Semantic Data Controller
Semantic data controller bertugas dalam memastikan bahwa user yang berhak melakukan operasi yang benar dalam basis data, serta kontribusi kepada pemeliharaan integrasi basis data.

c. Global Query Optimizer
Menemukan cara paling efektif untuk mengakses data yang diperlukan kemudian memberikannya ke user dan juga berfungsi mengawasi eksekusi query dan perubahan query jika diperlukan. Peneremah global query ke local query.

d. Global Execution Monitor
Mengkoordinasikan seluruh eksekusi untuk mendistribusikan data.

e. Local Query Processor
Memverifikasi apakah program atau query yang ditulis oleh user sesuai aturan DDL dan DML. Juga bertugas sebagai Access Path Selector.

f. Local Recovery Manager
Menjaga konsistensi database local ketika terjadi kegagalan.

g. Runtime Support Processor
Melakukan maintenance main memory buffer dan akses data.

3. Arsitektur MDBS


a. User Interface
Menyediakan fasilitas untuk memudahkan user dalam mengakses dan mengelola data dimana interface dibuat dengan menyesuaikan kebutuhan user terhadap database.

b. Query Processor
Memverifikasi apakah program atau query yang ditulis oleh user sesuai aturan DDL dan DML.

c. Query Optimizer
Menemukan cara paling efektif untuk mengakses data yang diperlukan kemudian memberikannya ke user dan juga berfungsi mengawasi eksekusi query dan perubahan query jika diperlukan.

d. Transaction Manager
Berfungsi sebagai penjamin bahwa basis data berada dalam keadaan konsisten (correct), memberitahukan kegagalan sistem dan kesalahan transaksi.

e. Scheduler
Scheduler/penjadwalan berfungsi untuk memaksimalkan mekanisme yang menjamin database terupdate dengan benar tanpa adanya gangguan dari lokasi yang lain pada saat proses transaksi secara bersamaan berlangsung sehingga kesatuan data dapat terjamin. f. Recovery Manager
Recovery manager bertanggung jawab atas atomicity dan durability. Jika kesalahan terjadi antara penulisan ke buffer dan mengirimkan buffer database ke penyimpanan sekunder maka recovery manager harus menetapkan status dari transaksi yang melakukan penulisan pada saat terjadi kerusakan.
Jika transaksi dinyatakan commit, maka untuk memastikan durability, recovery manager harus melakukan redo (roll for ward) terhadap perubahan transaksi. Jika transaksi belum committed pada saat terjadi kerusakan, recovery manager harus melakukan undo (roll back) segala akibat dari transaksi tersebut untuk menjamin atomicity transaksi. < br /> Jika hanya terdapat satu transaksi yang tidak diselesaikan, maka mengacu ke partial undo. Sedangkan jika seluruh transaksi tidak terselesaikan maka mengacu ke- global undo.

g. Runtime Support Processor

Melakukan maintenance main memory buffer dan akses data.
Continue reading Fungsi-fungsi Komponen pada Arsitektur DBMS Terdistribusi

Sunday, November 3, 2013

Istilah - Istilah Dasar Basis Data

Enterprise
Suatu bentuk organisasi seperti: bank, universitas, rumah sakit, pabrik, dsb.
Data yang disimpan dalai basis data merupakan data operasional dari suatu enterprise.
Contoh data operasional : data keuangan, data mahasiswa, data pasien

Entitas
Suatu obyek yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalai basis data.
Contoh Entitas dalam lingkungan bank terdiri dari : Nasabah, Simpanan, Hipotik
Contoh Entitas dalam lingkungan universitas terdiri dari : Mahasiswa, mata kuliah
Kumpulan dari entitas disebut Himpunan Entitas
Contoh : semua nasabah, semua mahasiswa

Atribut ( Elemen Data )
Karakteristik dari suatu entitas.
Contoh : Entitas Mahasiswa atributnya terdiri dari Npm, Nama, Alamat, Tanggal lahir.

Nilai Data ( Data Value )
Isi data atau informasi yang tercakup dalai setiap elemen data.
Contoh Atribut Nama Mahasiswa dapat berisi Nilai Data : Diana, Sulaeman, Lina

Kunci Elemen Data ( Key Data Element )
Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas.
Contoh Entitas Mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir menggunakan Kunci Elemen Data npm.

Record Data
Kumpulan Isi Elemen data yang saling berhubungan.
Contoh : kumpulan atribut npm, nama, alamat, tanggal lahir dari Entitas Mahasiswa berisikan : "10200123", "Sulaeman", "Jl. Sirsak 28 Jakarta", "8 Maret 1983".
Continue reading Istilah - Istilah Dasar Basis Data

Wednesday, October 16, 2013

Kompresi Video MKV

A. Pengertian Kompresi

Kompresi ialah proses pengubahan sekumpulan data menjadi suatu bentuk kode untuk menghemat kebutuhan tempat penyimpanan dan waktu transmisi data. Selain itu komprsi juga berarti sebuah cara untuk memadatkan data sehingga hanya memerlukan ruangan penyimpanan lebih kecil sehingga lebih efisien dalam menyimpannya atau mempersingkat waktu pertukaran data tersebut.
Ada terdapat dua jenis pemampatan data, yaitu pemampatan tanpa kehilangan (lossless data compression) dan pemampatan berkehilangan (lossy data compression).

B. Pengertian Video

Video adalah teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, mentransmisikan, dan menata ulang gambar bergerak. Biasanya menggunakan film seluloid, sinyal elektronik, atau media digital. Macam-macam format video adalah mkv, avi, dat, mov, flv, rmvb, dll.

C. Pengertian MKV

Berasal dari bahasa Rusia, matryoskha, yang artinya boneka berlapis. Matroska atau biasa disingkat dengan MKV adalah format video standar yang dapat menampung banyak video, audio, gambar, dan subtitle di dalam satu buah file video. Format MKV dikembangkan oleh matroska.org yang mulai mengembangkan bulan Desember 2002 Konsep matroska sama dengan format lainnya, seperti AVI, MP4, dan ASF, namun spesifikasi yang termasuk di dalamnya dapat dilihat karena kebanyakan menggunakan aplikasi open source. tipe-tipe dalam matroska, antara lain.
MKV untuk file video, .MKA untuk file suara, dan .MKS untuk subtitle. Matroska Video (mkv) merupakan standard format multimedia yang open source (terbuka) dan mampu menyimpan banyak video, audio, gambar, track maupun subtitle dalam satu buah file mkv. Software yang mendukung format .mkv adalah VLC PowerDVD, Mplayer , Foobar2000, AllPlayer , Media Server, XBMC , Web browser Google Chrome

D. Pengertian Kompresi Video

Kompresi video adalah salah satu bentuk kompresi data yang bertujuan untuk mengecilkan ukuran file video. Video kompresi mengacu untuk mengurangi jumlah data yang digunakan untuk mewakili video digital gambar, dan merupakan kombinasi dari ruang kompresi gambar dan temporal kompresi gerak.
Dalam mengkompresi data baik audio maupun video terdapat dua jenis kompresi yakni:

1. Pengkodean Losless

Merupakan proses yang dapat dibolak-balik pemulihan sempurna sebelum dan sesudah memiliki nilai yang sama persis. Dalam menggunakan pengkodean ini biasanya tidak memperdulikan medianya. Pada Entropy coding : data merupakan serangkaian digital sederhana, proses penguraian mengembalikan kembali ke asal secara penuh misalnya RLC, Huffman Codding, Arithmetic Coding.

2. Pengkodean Lossy

Merupakan proses yang tidak dapat dibolak-balik, pemulihannya tidak sesempurna video hasil rekonstruksi secara numerik. Dalam menggunakan pengkodean ini memperdulikan semantik dari data yang bersangkutan.
Berikut ini ciri-ciri dari pengkodean lossy adalah:
• Data tidak berubah atau hilang pada proses kompresi atau dekompresi
• Membuat satu replika dari objek asli
• Menghilangkan perulangan karakter
• Digunakan pada data teks dan image
• Pada saat dilakukan dekompres, perulangan karakter diinstal kembali

Video memiliki 3 dimensi yakni 2 dimensi spatial (horisontal dan vertikal) dan 1 dimensi waktu.Di dalam video terdapat 2 hal yang dapat dikompresi yaitu frame (still image) dan audionya. Data video memiliki:

1. Redundancy spatial (warna dalam still image)

Penghilangan redundancy spatial (spatial atau intraframe compression) dilakukan dengan mengambil keuntungan dari fakta bahwa mata manusia tidak terlalu dapat membedakan warna dibandingkan dengan brightness, sehingga image dalam video bisa dikompresi (teknik ini sama dengan teknik kompresi lossy color reduction pada image).

2. Redundancy temporal (perubahan antar frame)

Penghilangan redundancy temporal (temporal atau interframe compression) dilakukan dengan mengirimkan dan mengenkode frame yang berubah saja sedangkan data yang sama masih disimpan.

E. Kelebihan MKV

1. Pencarian yang cepat didalam file
2. Adanya Entri Episode (chapter)
3. Mendukung Full metadata (tags)
4. Data subtitle atau audio atau video yang dapat dipilih
5. Dapat dikembangkan sendiri dengan mudah
6. Error resilience (dapat dijalankan atau recovery meski sebagian data rusak)
7. Dapat dijalankan secara streaming baik melalui internet atau jaringan lokal
8. Mempunyai menu seperti DVD

F. Software Kompresi Video

1. MeGui
2. Xilisoft Video Converter
3. Cycko Video Converter 
Continue reading Kompresi Video MKV

Konsep Inputan dalam Java

Ada 3 bentuk inputan dalam pemrograman java yakni Scanner, BufferedReader, JOptionPane.

1. Scanner
import java.util.scanner = Kode ini digunakan untuk meload library Scanner.
Scanner input = new Scanner (System.in); = fungsi dari code ini adalah untuk pendeklarasian variable
Scanner. x = input.next(); = memasukan nilai variabel "x" dari scanner Menggunakan class

Scanner (java.util.Scanner) dengan method sebagai berikut:
1.nextInt(): untuk menerima tipe data integer
2.nextShort(): untuk menerima tipe data short
3.nextLong(): untuk menerima tipe data long
4.nextDouble(): untuk menerima tipe data double
5.nextFloat(): untuk menerima tipe data float
6.nextLine(): untuk menerima tipe data string
7.nextBoolean(): untuk menerima tipa data boolean

2. BufferedReader

import java.io.* Menambahkan fungsi java.io yang diantaranya fungsi (InputStreamReader + BufferedReader)

java.io yang digunakan dalam inputan ini adalah :
import java.io.BufferedReader;
import java.io.InputStreamReader
import java.io.IOException


fungsi dari code dibawah adalah untuk pendeklarasian BuffredReader
InputStreamReader kunci = new InputStreamReader(System.in)
BufferedReader input = new BufferedReader( kunci)

Pada inputan BufferedReader, untuk memasukkan inputan harus diberi Exception

3. JOptionPane
Merupakan packages dari javax.swing, digunakan untuk input dan output data berbasis GUI swing. tampilannya memudahkan pengguna karena berupa dialog box.
Continue reading Konsep Inputan dalam Java

Tuesday, August 6, 2013

Modul

A. Pengertian Modul

Modul merupakan salah satu bentuk bahan ajar yang dikemas secara utuh dan sistematis, didalamnya memuat seperangkat pengalaman belajar yang terencana dan didesain untuk membantu peserta didik menguasai tujuan belajar yang spesifik. Modul minimal memuat tujuan pembelajaran, materi/substansi belajar, dan evaluasi. Modul berfungsi sebagai sarana belajar yang bersifat mandiri, sehingga peserta didik dapat belajar sesuai dengan kecepatan masing-masing.

B. Karakteristik Modul

Untuk menghasilkan modul yang mampu meningkatkan motivasi belajar, pengembangan modul harus memperhatikan karakteristik yang diperlukan sebagai modul.

1. Self Instruction
Merupakan karakteristik penting dalam modul, dengan karakter tersebut memungkinkan seseorang belajar secara mandiri dan tidak tergantung pada pihak lain.
Untuk memenuhi karakter self instruction, maka modul harus:
a. Memuat tujuan pembelajaran yang jelas, dan dapat menggambarkan pencapaian Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
b. Memuat materi pembelajaran yang dikemas dalam unit-unit kegiatan yang kecil/spesifik, sehingga memudahkan dipelajari secara tuntas;
c. Tersedia contoh dan ilustrasi yang mendukung kejelasan pemaparan materi pembelajaran;
d. Terdapat soal-soal latihan, tugas dan sejenisnya yang memungkinkan untuk mengukur penguasaan peserta didik;
e. Kontekstual, yaitu materi yang disajikan terkait dengan suasana, tugas atau konteks kegiatan dan lingkungan peserta didik;
f. Menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif,
g. Terdapat rangkuman materi pembelajaran;
h. Terdapat instrumen penilaian, yang memungkinkan peserta didik melakukan penilaian mandiri (self assessment);
i. Terdapat umpan balik atas penilaian peserta didik, sehingga peserta didik mengetahui tingkat penguasaan materi;
j. Terdapat informasi tentang rujukan/ pengayaan/referensi yang mendukung materi pembelajaran dimaksud.

2. Self Contained
Modul dikatakan self contained bila seluruh materi pembelajaran yang dibutuhkan termuat dalam modul tersebut. Tujuan dari konsep ini adalah memberikan kesempatan peserta didik mempelajari materi pembelajaran secara tuntas, karena materi belajar dikemas kedalam satu kesatuan yang utuh. Jika harus dilakukan pembagian atau pemisahan materi dari satu standar kompetensi/kompetensi dasar, harus dilakukan dengan hati-hati dan memperhatikan keluasan standar kompetensi/kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik.

3. Berdiri Sendiri (Stand Alone)
Stand alone atau berdiri sendiri merupakan karakteristik modul yang tidak tergantung pada bahan ajar/media lain, atau tidak harus digunakan bersama-sama dengan bahan ajar/media lain. Dengan menggunakan modul, peserta didik tidak perlu bahan ajar yang lain untuk mempelajari dan atau mengerjakan tugas pada modul tersebut. Jika peserta didik masih menggunakan dan bergantung pada bahan ajar lain selain modul yang digunakan, maka bahan ajar tersebut tidak dikategorikan sebagai modul yang berdiri sendiri.

4. Adaptif
Modul hendaknya memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan ilmu dan teknologi. Dikatakan adaptif jika modul tersebut dapat menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta fleksibel/luwes digunakan di berbagai perangkat keras (hardware).

5. Bersahabat/Akrab (User Friendly)
Modul hendaknya juga memenuhi kaidah user friendly atau bersahabat/akrab dengan pemakainya. Setiap instruksi dan paparan informasi yang tampil bersifat membantu dan bersahabat dengan pemakainya, termasuk kemudahan pemakai dalam merespon dan mengakses sesuai dengan keinginan. Penggunaan bahasa yang sederhana, mudah dimengerti, serta menggunakan istilah yang umum digunakan, merupakan salah satu bentuk user friendly.

Daftar Rujukan

Sutrisno, Joko. 2008. Teknik Penyusunan Modul: Pelatihan Dasar KTSP-SMK. Jakarta: DEPDIKNAS.
Continue reading Modul

Lesson Study

a. Pengertian Lesson Study

Ibrohim, dosen Fakultas MIPA dari Universitas Negeri Malang, telah mencoba merumuskan definisi operasional lesson study, sebagai berikut. ”Lesson study adalah proses kegiatan pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegialitas dan mutual learning untuk membangun learning community”.

Lesson study telah berkembang sejak abad 18 di negara Jepang. Dalam Bahasa Jepang, lesson study dikenal dengan ”jugyokenkyu”, yang merupakan gabungan dari dua kata yaitu ”jugyo” yang berarti lesson atau pembelajaran, dan ”kenkyu” yang berarti study atau kajian. Dengan demikian lesson study merupakan proses pengkajian terhadap pembelajaran.

Lesson study merupakan kegiatan kajian terhadap pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru. Jadi, lesson study bukan metode mengajar, walaupun dalam kegiatan kajian pembelajaran tersebut, para guru pasti akan membicarakan metode mengajar, media, dan alat bantu pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran tersebut. Kegiatan kajian pembelajaran tersebut dilakukan oleh sesama guru dalam kegiatan kelompok kerja guru di suatu sekolah atau pun suatu tempat.

Lesson study adalah suatu proses yang kompleks, didukung oleh penataan tujuan secara kolaboratif, percermatan dalam pengumpulan data tentang belajar siswa, dan kesepakatan yang memberi peluang diskusi yang produktif tentang isu-isu yang sulit. Lesson Study pada hakikatnya merupakan aktivitas siklikal berkesinambungan yang memiliki implikasi praktis dalam pendidikan.

b. Langkah-langkah Pelaksanaan Lesson Study

1. Perencanaan (Plan)

Tahap ini bertujuan untuk menghasilkan rancagan pembelajaran yang diyakini mampu membelajarkan siswa secara efektif serta membangkitkan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Dalam perencanaan, guru secara kolaboratif berbagi ide menyusun rancangan pembelajaran untuk menghasilkan cara-cara pengorganisasian bahan ajar, proses pembelajaran, maupun penyiapan alat bantu pembelajaran. Sebelum diimplementasikan dalam kelas, rancangan pembelajaran yang telah disusun kemudian disimulasikan. Pada tahap ini ditetapkan prosedur pengamatan dan instrumen yang diperlukan dalam pengamatan.

2. Pelaksanaan (Do)
Tahap pelaksanaan LS bertujuan untuk mengimplementasikan rancangan pembelajaran. Dalam proses pelaksanaan tersebut, salah satu guru berperan sebagai pelaksana LS dan guru yang lain sebagai pengamat. Fokus pengamatan bukan pada penampilan guru yang mengajar, tetapi lebih diarahkan pada kegiatan belajar siswa dengan berpedoman pada prosedur dan insturumen yang telah disepakati pada tahap perencanaan. Pengamat tidak diperkenankan mengganggu proses pembelajaran.

3. Refleksi (See)
Tujuan refleksi adalah untuk menemukan kelebihan dan kekurangan pelaksanaan pembelajarn. Kegiatan diawali dengan penyampaian kesan dari pembelajar dan selanjutnya diberikan kepada pengamat. Kritik dan saran diarahkan dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran dan disampaikan secara bijak tanpa merendahkan atau menyakiti hati guru yang membelajarkan. Masukan yang positif dapat digunakan untuk merancang kembali pembelajaran yang lebih baik.

Daftar Rujukan

Suparlan. 2010. Lesson Study dan Peningkatan Kompetensi Guru, (online), (http://suparlan.com/44/2010/01/22/lesson-study-dan-peningkatan-kompetensi-guru), diakses tanggal 02 Februari 2013

Santyasa, I Wayan. 2007. Implementasi Lesson Study dalam Pembelajaran, (online), (http://www.freewebs.com/santyasa/pdf2/IMPLEMENTASI_LESSON_STUDY.pdf), diakses tanggal 02 Februari 2013

Continue reading Lesson Study